Fasilitas Stasiun Bumi Pare-Pare
07 Oct 2014 • Dibaca : 22619 x ,

Tugas utama Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh adalah menyediakan data penginderaan jauh berlisensi Pemerintah Indonesia  bagi seluruh Kementerian/Lembaga, TNI, POLRI, dan Pemerintah daerah (Undang-Undang No. 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan). Untuk mendapatkan data yang mendekati realtime dilakukan direct receiving data dari satelit.  Stasiun Bumi Lapan saat ini melakukan tracking, akuisisi, dan perekaman data satelit penginderaan jauh. Untuk mendapatkan data penginderaan jauh yang mampu meliputi seluruh wilayah Indonesia, diperlukan suatu lokasi yang dapat meliput seluruh wilayah Indonesia. Di samping itu stasiun bumi LAPAN dapat mengirimkan data dengan cepat ke data center atau bank data yang ada di Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh.

Sejarah Balai Penginderaan Jauh Parepare :

Tahun 1993 dibangun Stasiun Bumi Satelit Penginderaan Jauh (SBSPJ) LAPAN, yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 29 September 1993. Letak stasiun ini berada di tepi kota Parepare, sekitar 155 km sebelah utara Kota Makassar (Provinsi Sulawesi selatan). Beberapa alasan SBSPJ dibangun di Parepare, yaitu:

  1. Daerah liputan optimal (95 % Wilayah Indonesia),
  2. Tersedianya fasilitas pendukung (listrik dan telekomunikasi internasional), dan
  3. Tersedianya lokasi yang memenuhi persyaratan teknis.

  Fungsi dari SBSPJ Lapan Parepare adalah :

  1. Melaksanakan penerimaan, perekaman, dan pengelolaaan data satelit penginderaan jauh,
  2. Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan Stasiun Bumi,
  3. Menginventarisasi kebutuhan bahan penunjang dan suku cadang untuk kelancaran operasi dan pemeliharaan dan perbaikan Stasiun Bumi, dan
  4. Melakukan koordinasi dengan bidang lain dalam penelitian dan pengembangan untuk menunjang kelancaran operasi Stasiun Bumi.

Pada saat itu Stasiun Bumi tersebut menerima data satelit SPOT2, LANDSAT-5, ERS-1, dan ERS-2.

            Tahun 1995, dibangun Sistem penerimaan dan perekaman data untuk satelit JERS-1. Satelit ini membawa sensor SAR dan optik.

Tahun 2001, Stasiun Bumi Penginderaan Jauh (SBSPJ) berubah namanya menjadi Instalasi Penginderaan Jauh Sumber Daya Alam (IISDA) LAPAN Parepare. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala LAPAN Nomor Kep/010/II/2001, Instalasi Penginderaan Jauh Sumber Daya Alam (Instalasi Inderaja SDA LAPAN) mempunyai tugas melaksanakan : Penerimaan, Perekaman, dan Pengelolaan Data satelit serta distribusi dan pelayanan teknis pemanfaatan data satelit Indraja untuk wilayah Indonesia Bagian Tengah.
Tahun 2011 tepatnya tanggal 20 Juni 2011  IISDA LAPAN PAREPARE  berubah namanya menjadi UPT Balai Penginderaan Jauh Parepare Data satelit yang direkam adalah data SPOT4 dan Modis (Aqua dan Terra).

 

Visi & Misi  Balai Penginderaan Jauh Parepare :

Saat ini Balai Penginderaan Jauh Parepare melakukan perekaman data satelit SPOT 5, SPOT 6, SPOT 7, Landsat 8, Landsat 7, AQUA, TERRA, dan NPP.
Visi dan misi merupakan panduan yang memberikan pandangan dan arah kedepan sebagai dasar acuan dalam menjalankan tugas dan fungsi dalam mencapai sasaran atau target yang ditetapkan. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya Balai Penginderaan Jauh LAPAN Parepare berpatokan pada visi dan misi Pustekdatja yang disesuaikan dan juga berdasarkan perkembangan dan kondisi real di lapangan sehingga visi dan misi tersebut dapat dijadikan dasar dari setiap tujuan dan sasaran untuk melaksanakan setiap program di lingkungan Balai Penginderaan Jauh LAPAN Parepare.

 

Visi Balai Penginderaan Jauh Parepare :

MENJADI STASIUN BUMI SATELIT PENGINDERAAN JAUH MULTIMISI BERSTANDAR INTERNASIONAL YANG MAMPU MEMENUHI KONTINUITAS KETERSEDIAAN DATA NASIONAL.

Misi  Balai Penginderaan Jauh Parepare :

Mempertahankan kontinuitas ketersediaan data penginderaan jauh resolusi rendah, menengah dan tinggi; memperkuat kemampuan dan kemandirian dalam penguasaan pengoperasian dan integrasi sistem stasiun bumi; serta meningkatkan kualitas, produksi, promosi dan penyebarluasan data/informasi penginderaan jauh.

Perubahan nama dan struktur organisasi ditujukan untuk mempertahankan kontinuitas ketersediaan data penginderaan jauh resolusi rendah dan menengah, memperkuat kemampuan dan kemandirian dalam penguasaan teknologi sensor, sistem stasiun bumi dan Bank Data Penginderaan Jauh, serta meningkatkan kualitas, produksi, promosi, dan penyebarluasan data/informasi penginderaan jauh.
Dalam memujudkan visi Pustekdata sebagai pusat rujukan kemandirian penguasaan teknologi dan bank data penginderaan jauh, teknis pelaksanaan operasional penerimaan data satelit penginderaan jauh dan diseminasi data serta informasi penginderaan jauh di Indonesia bagian tengah dilakukan oleh Balai Penginderaan Jauh LAPAN Parepare.

Tujuan  Balai Penginderaan Jauh Parepare :

  1. Melaksanakan operasional dan integrasi sistem stasiun bumi multimisi dalam rangka mendukung dan mempertahankan ketersediaan data penginderaan jauh.
  2. Melaksanakan pengembangan dan operasional sistem produksi dan pengolahan data awal/lanjut serta distribusi data satelit penginderaan jauh pada para pengguna.
  3. Meningkatkan partisipasi stakeholder dalam pemanfaatan data satelit penginderaan jauh untuk perencanaan dan pemantauan pembangunan nasional.

Motto Balai Penginderaan Jauh Parepare :

  1. Spasial     : Citra satelit inderaja menggambarkan unsur-unsur permukaan bumi yang bersifat keruangan (menggambarkan dimensi panjang, luas, volume dan jumlah)
  2. Aktual      : Citra satelit inderaja mampu menyajikan informasi-informasi terbaru.
  3. Faktual     : Citra satelit inderaja menyajikan informasi yang sebenarnya mengenai objek, daerah, atau fenomena yang terjadi di bumi.Kredibel : Kreativ, Disiplin dan Akuntabel.

Kegiatan Balai Penginderaan Jauh Parepare

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Balai Penginderaan Jauh melakukan kegiatan litbangyasa yang meliputi operasional maupun pengembangan sistem stasiun bumi, produksi data dan sistem pengolahan data.
Kegiatan tersebut antara lain sebagai berikut :

  1. Tracking, Akuisisi dan Pengolahan Data Satelit Penginderaan Jauh

 

Proses Tracking Akuisisi Dan Produksi Data

Kegiatan Tracking, Akuisisi dan Pengolahan Data Satelit Penginderaan Jauh adalah kegiatan utama yang dilakukan secara kontinu. Kegiatan ini tidak memiliki pernah berhenti walaupun dalam hari libur dan hari raya. Dalam kegiatan ini seluruh staff di Balai Penginderaan Jauh terlibat dalam proses perekaman dan distribusi data dari satelit sampai dengan dikirim ke Bank Data Penginderaan Jauh Pekayon.

Proses Pengiriman Melalui VPN Ke Bank Data Penginderaan Jauh

Seluruh sistem tersebut dimonitor dimonitor secara real time melalui ip address. Setiap kejadian dapat segera di ketahui oleh masing masing bagian sehingga proses distribusi data dapat berjalan secara optimal.

  1. Desain dan Pengembangan Sistem Stasiun Bumi

Untuk mempermudah kegiatan operasional dilakukan kegiatan pengembangan Stasiun Bumi, Produksi Data dan Pengolahan Data. Kegiatan ini dilakukan untuk mewadahi kegiatan perekayasa dan litkayasa di lingkungan Balai Penginderaan Jauh Parepare. Kegiatan ini dilakukan sembari kegiatan operasional yang sudah ada. Selain itu kegiatan ini dilakukan agar seluruh karyawan dapat terus beradaptasi dengan perubahan teknologi yang ada.

  1. Perawatan dan Perbaikan Berkala

Perawatan dan perbaikan seluruh sistem secara berkala, perawatan secara berkala dilakukan dengan penjadwalan dan melihat kebutuhan di sisi kerusakan. Perawatan dan perbaikan berkala dilakukan untuk menghindari kerusakan yang bersifat permanen.

  1. Training dan Bimtek Penginderaan Jauh Di Lingkungan Pemerintah Daerah

Bimbingan teknis kepada pemerintah daerah dilakukan sebagai sarana sosialisasi dan pengenalan produk produk citra hasil penginderaan jauh. Bimbingan teknis ini diharapkan pemerintah daerah maupun kementrian dan lembaga dapat menggunakan seluruh produk citra satelit dengan optimal.

 

Infrastruktur Balai Penginderaan Jauh Parepare :

Dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2011, Balai Penginderaan Jauh LAPAN Parepare menggunakan 4 antena untuk merekam data satelit penginderaan jauh. Ketiga antena tersebut antara lain dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Antena Scientific Atalanta  : Antena ini mulai dioperasikan dari tahun 1993 sampai dengan 10 Maret 2010.

Antena NEC : Antena ini mulai dioperasikan dari tahun 1995 sampai dengan 9 November 2004.

Antena Seaspace Axyom 50 : Antena ini mulai dioperasikan dari tanggal  Juni 2009 sampai dengan  November 2013.

 

Antena Seaspace Axyom 51 : Antena ini mulai dioperasikan dari tanggal November Juni 2012 sampai dengan sekarang.

Antenna Viasat: Antenna Ini Beroperasi Mulai Desember 2013 Sampai Dengan Sekarang

 


Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Penerimaan Dan Pengolahan

 


Data Center Dan Perangkat Jaringan Berkecepatan Tinggi

 


Monitoring Produksi Data, Monitoring Network dan Distribusi Data

 


Produksi dan Mozaik Citra Menggunakan Pixel Factory

 


Pengolahan Data Satelit Inderaja

 


Ruangan Diklat Dan Bimtek








Related Posts
No Related posts

 
© 2014 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL