Koreksi Radiometrik Data Satelit Spot-6
17 Nov 2014 • Dibaca : 2286 x ,

Koreksi Radiometrik Data Satelit Spot-6

Salah satu jenis data satelit penginderaan jauh resolusi tinggi yang diterima oleh stasiun bumi Parepare yakni SPOT 6. Satelit SPOT 6 diluncurkan 9 September 2012 menggunakan kendaraan Polar Satellite Launch Vehicle (PSLV) dari Satish Dhawan Space Center – India. Data yang dihasilkan yakni citra kanal tunggal pankromatik resolusi 1,5 m dan citra multispektral resolusi 6 m. Masing-masing kanal bekerja pada panjang gelombang berikut, kanal pankromatik 450 – 745 nm, kanal biru 450 – 525 nm, kanal hijau 530-590 nm, kanal merah 625 – 695 nm, dan kanal inframerah dekat (NIR) 760 – 890 nm. Satelit mengorbit diangkasa dan melakukan perekaman obyek permukaan bumi dengan jarak sangat jauh sehingga data yang direkam mengalami distorsi geometris dan radiometris termasuk gangguan atmosfer. Efek atmosfer menyebabkan nilai pantulan objek dipermukaan bumi yang terekam oleh sensor menjadi lebih besar oleh karena adanya hamburan atau lebih kecil karena proses serapan sehingga data akan terlihat kabur. Koreksi radiometrik dimaksudkan untuk memperbaiki kesalahan atau distorsi yang diakibatkan oleh ketidak sempurnaan operasi sensor, adanya atenuasi gelombang elektromagnetik oleh atmosfer, variasi sudut pengambilan data, variasi sudut eliminasi, sudut pantul dan lain-lain yang dapat terjadi selama pengambilan, pengiriman dan perekaman data. Koreksi radiometrik tersebut antara lain koreksi radiometrik Top Of Atmosfer (TOA) dan Bidirectional Reflectance Distribution Function (BRDF) Koreksi TOA memerlukan input sudut zenith (90-sudut elevasi), sudut elevasi, sudut pengamatan (inciden angle), gain setiap kanal (Gi), solar irradiance setiap kanal (solar ESUNi), yang terdapat pada file metadata yang menyertai setiap scene hasil perekaman satelit dan jarak bumi-matahari (d2) yang dapat dihitung dari pameter-parameter tersebut. Seluruh input dimasukan pada formula yang diterapkan pada setiap kanal (DNi) data yaitu

 

Koreksi TOA menghilangkan kekaburan sehingga data citra yang dihasilkan menjadi lebih tajam dan jelas secara visual. Terlebih lagi untuk keperluan mosaik dari beberapa scene citra akan terlihat menyatu dan mulus (seamless). Data terkoreksi akan memudahkan dalam interpretasi dan analisis lebih lanjut, sehingga menghasilkan informasi yang benar. Koreksi BRDF memerlukan nilai reflektan TOA dan faktor BRDF yang berbeda setiap kanal dan diturunkan dari formula berikut

 

Dimana f adalah faktor BRDF,

adalah sudut zenith,

adalah sudut scan,

adalah relatif azimuth,

adalah reflektan TOA,

adalah standard deviasi.

Kanal-kanal memiliki keunggulan masing-masing dalam menampakan permukaan bumi sehingga adanya faktor BRDF ini untuk dapat mengeksplorasi keunggulan tersebut.

 

Metode koreksi TOA dan BRDF telah dikembangkan secara otomatisasi di LAPAN Pekayon guna mengantisipasi banyaknya data yang diterima secara rutin oleh stasiun bumi Parepare dalam rangka memberikan pelayanan optimal kepada pengguna. Proses koreksi radiometrik ini dilakukan oleh Bidang Teklahata.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

 
© 2014 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL