Sistem Pengolahan Data Mosaicing Bebas Awan Landsat-8
18 Dec 2014 • Dibaca : 3148 x ,

Salah satu amanat UU No 21/2013 tentang keantariksaan adalah LAPAN sebagai penyedia data penginderaan jauh dengan tutupan awan minimal dan bebas awan setiap tahun untuk wilayah Indonesia. Pusat Teknologi dan Data (Pustekdata) LAPAN, sebagai Bank Data Pengideraan Jauh Nasional (BDPJN) memiliki berbagai data satelit yang diakuisisi melalui Stasiun Bumi Pare-pare, Rumpin, dan Pekayon. Namun, tidak semua data memungkinkan untuk dibuat mosaik data bebas awan untuk skala makro seluruh Indonesia, beberapa hal yang perlu dipertimbangkan yakni ketersediaan data, luas wilayah cakupan, dan resolusi spatial data. Salah satu jenis data satelit yang memungkinkan untuk dibuat mosaic bebas awan yakni Landsat-8, karena akuisisinya berlangsung setiap 16 hari dan data yang ada telah meliput seluruh wilayah Indonesia.
Untuk menghasilkan data mosaik bebas awan dibutuhkan data yang cukup banyak. Sebelum dilakukan proses mosaicing, data Landsat-8 tersebut perlu dilakukan beberapa tahap proses pengolahan secara serial untuk seluruh data Landsat yang dibuat mosaic. Dalam 1 tahun, satu cakupan scene (path/row) citra tertentu terdapat 23 data (tanggal akusisi). Seluruh wilayah daratan Indonesia terdiri dari 210 path/row sehingga total data yang dikumpulkan mencapai 4.830 data. Proses mosaicing data untuk seluruh wilayah Indonesia untuk eliminasi awan bila dilakukan secara manual maupun perorangan dibutuhkan waktu yang cukup lama sehingga perlu dibangun otomatisasi sistem pengolahan data.
Sistem yang dibangun oleh Kustiyo dkk terdiri atas sebuah perl script yang dapat dikonfigurasi untuk lokasi direktori output yang diinginkan. Kemudian agar dapat berjalan diperlukan data input berupa list file yang berisi lokasi data input yang berupa zip file pada storage dan informasi berupa lokasi software–software yang digunakan untuk melakukan koreksi. Software–software tersebut adalah aplikasi dari metode-metode koreksi yang dikembangkan melalui penelitian yang sudah dilakukan di Pustekdata. Input data yang digunakan adalah data Landsat-8 level L1T, yaitu data yang telah melewati koreksi geometrik secara sistematik. Data yang dimaksud berupa data terkompresi (.zip file). Secara berturut–turut sistem akan melakukan ekstraksi raw data yang terkompresi, kemudian dilakukan konversi ke dalam bentuk raster sekaligus melakukan koreksi radiometrik dengan metode Top Of Atmosphere (TOA). Kemudian dilakukan proses pansharpening dan cloud masking.
Metode cloud masking yang digunakan adalah dengan menggunakan band Cirrus dan korelasi spatial untuk melakukan deteksi awan. Selanjutnya dilakukan proses reprojeksi untuk mengubah proyeksi yang semula data dalam UTM ke dalam proyeksi geodetik. Hal ini agar dapat dilakukan mosaicing seluruh wilayah Indonesia dalam satu citra. Untuk proses mosaicing sendiri telah dibuat dalam grid-grid yang berukuran 1,5 x 1,5 derajat. Untuk pembuatan mosaicing digunakan metode NDVI untuk penentuan pengambilan pixel pada citra bebas awan dari data berbagai tanggal akuisisi, kemudian diproses menjadi satu data citra yang bebas awan.

 

Gambar Mosaik Landsat Periode Akuisisi 8 April-Agustus 2013


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

 
© 2014 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL